SAMUDRA

MARI MAJUKAN MASYARAKAT ENTASKAN DARI KEMISKINAN SEMAMPU KITA

REGENERASI BEBERAPA VARIETAS RUMPUT LAUT MELALUI KULTUR JARINGAN TAHAP INDUKSI EMBRIO MENJADI PLANLET MENGGUNAKAN MEDIA MS (Muraishige and skoog)

Posted by mustika lautan pada September 1, 2008


Abstrak

Dalam mengantisipasi kebutuhan mendatang, kami mencoba mengadaptasikan perkembangan bioteknologi yang ditunjukkan dalam manipulasi tanaman lebih tinggi (Torrey, 1985). Teknologi ini akan menjadi kunci penjinakan ganggang laut dan transformasi mereka ke dalam tanaman olahan. Dengan menggunakan teknik ini, maka memungkinkan untuk secara vegetatif mengembangbiakkan sejumlah besar tanaman baru dari jaringan vegetatif ganggang laut yang dipilih. Ketika dipisahkan, sel ganggang laut dapat diperlakukan sebagai sel organisme tunggal untuk produksi dan seleksi mutan dan untuk menggabungkan ciri-ciri dari tanaman berbeda melalui hibridisasi somatis dan teknik pengaturan genetik lainnya (Drumond, 1933, Gleba dan Hoffman 1979, Polne-Fuller dan Gibor, 1984, 1987).

Eksplan yang digunakan diambil dari rumput laut jenis cottoni, Eksplan diambil pada bagian pangkal, tengah dan pucuk. Masing-masing eksplan akan dipotong dengan panjang sekitar 5,0 mm. Sekitar 50 potongan eksplan pada setiap bagiannya, ditempatkan dalam gelas kimia 1000 ml. Eskplan tersebut selanjutnya disterilisasi dengan cara mencucinya menggunakan 1000 ml larutan yang mengandung 1% (W/V) chlorine NaClO, 5 -7 tetes tween-20, dan digoyang 100 rpm selama 5-7 menit. Selanjutnya, eksplan dibilas lagi dengan larutan dichloroisocyanuric acid 1%, dan dibilas 6 kali dengan air steril. Setiap kali pembilasan, digoyang dengan kecepatan 100 rpm selama 5 menit. Pada media MS5PG (media MS dan vitamin MSO, sukrosa 3%, agar 0,8%, 1 mg ml-1 glutamin, dan 5 mg L-1 picloram selama 4 minggu. Selanjutnya, eksplan disubkultur pada media MS3PG (seperti kandungan media MS5PG hanya saja dengan 3 mgL-1 picloram pada suhu 28o C tanpa cahaya matahari. Subkultur dilakukan setiap 2 minggu sekali sampai terbentuk embrio. Embrio yang berwarna putih susu, bertipe torpedo atau heart-shape, dengan ukuran 1-2 mm dan diameter 0,5-1 mm dipindahkan ke media MSC (media dan vitamin MSO, sukrosa 2%, agar 0,8% dan 1 g L-1 Charcoal) selama sebulan. Selanjutnya, planlet dipindahkan ke media MS10 (media dan vitamin MSO, sukrosa 2%, agar 0,8% dan 10 mg L-1 BAP) sampai terbentuknya planlet setinggi 2-4 cm. Tahap selanjutnya, tanaman dipindahkan ke media MSOR (media dan vitamin MSO, sukrosa 2%, agar 0,8% dan NAA 1 mg L-1).

Kata kunci: Induksi Embrio, dan Media MS


Makalah Disampaikan Pada Pertemuan Teknis Pra Lintas UPT Budidaya Ditjenkanbud Pada Tanggan 19-21 Juli 2005 Di Makasar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: